Suami Adikku Memuja Rahimku
Silver Swankering sudah air matakukata kata dibalik senyumkusenyuman terlukis di wajahkutampar aku di pipi
Rena tidak mengatakan apa pun tentang pria asing yang kini duduk tanpa dipersilakan ini.
"Oh, halo Reo," sapaku, berusaha tetap formal.
Reo menyandarkan punggung, matanya yang tajam namun tampak ramah mulai memindai penampilanku dari ujung rambut hingga ke leher-tempat di mana aku berharap concealer-ku cukup tebal untuk menutupi jejak kemerahan dari Shaka tadi pagi.
"Tante Rena bilang kamu sedikit pemalu, tapi dia nggak bilang kalau kamu secantik ini," ujar Reo dengan nada yang terlalu akrab. "Pilihan gaun yang bagus. Sangat pas di tubuhmu."