Bakti Seorang Menantu
Setidaknya jerih payahnya terbayar dengan habisnya jamur di piring besar itu.
"Jadi, kamu sudah mantap untuk jualan makanan?" tanya Mala pada adik bungsunya. Aisyah langsung mengangguk dengan cepat dan seulas senyum.
"Halaman disini-kan luas, kalau di bangun bikin cafe outdoor gitu, kayaknya bagus deh. Kita jualan dengan harga terjangkau sama anak-anak muda disini. Harga kisaran lima sampai dua puluh ribu rupiah. Kayak, kopi, es, juice, mie, dimsum, seafood dan lainnya," tutur Aisyah mengemukakan rencana yang ada di kepalanya. Rahman tersenyum melihat antusia adik iparnya itu. Begitupun Mala, ia sangat bangga memiliki adik yang cerdas seperti Aisyah.
Hot Chapters