SELIR HATI
Bayangan api bergoyang di dinding, seakan menertawakan kegelisahan yang membelit dada Gita.
Begitu tiba di paviliun, Sari buru-buru menyiapkan air hangat dan menyalakan dupa. Gita duduk di beranda, memandangi taman gelap di depan matanya. Kepalanya penuh dengan pertanyaan.
“Bagaimana kalau mereka benar-benar tahu aku Gita Nur?” gumamnya hampir tak terdengar.
Sari meletakkan cangkir teh di meja kecil. “Mereka tidak tahu, Nyonya. Mereka hanya menebak. Asal Anda tetap teguh pada nama Gita, orang lain tidak bisa berbuat apa-apa.”
Hot Chapters