KAMAR KEDUA
Tante Vonny menatap ke depan, seolah rumah itu kembali berdiri utuh di hadapannya.
“Tante suka sekali rumah mereka. Menjelang sore, kami biasa duduk di teras sambil memandang laut. Anginnya sejuk, dan aroma laut selalu terbawa sampai ke dalam rumah.”
“Hmmm... keluarga Palar,” gumam Sheza pelan.
“Kenapa?” tanya Tante Vonny.
“Harusnya Mas Satria pakai nama keluarga itu, kan? Palar itu nama keluarganya. Tapi Mas justru pakai nama belakang ibunya.” Sheza menatap Tante Vonny, menunggu jawaban.