PANGGUNG HEBOH
Yang Abah tidak mengira ialah bahwa orang yang akan ia dampingi ternyata seorang gadis muda, cantik, ramah.
Mereka berbicara hampir sepuluh menit sendiri. Tak hanya sekedar saling memperkenalkan diri, mereka juga berbicara sedikit mengenai ruang lingkup dan lingkungan pekerjaan. Abah dan Winda Chao – nama gadis itu – dengan cepat menjadi akrab dan tertawa-tawa karena Abah bukan hanya sekedar jago berbahasa Mandarin tapi juga pintar berseloroh.
Ketika telpon tertutup, Abah baru sadar bahwa Nyai dan puterinya, yakni Emak, isterinya, menatapi dirinya dengan tatap mata tidak suka.
Chapitres populaires