Nikahi Aku Sehari Saja
Adiba memperhatikan Gian dari ujung rambut hingga kaki sembari berkata, "Beb, kamu mirip korban perampokan, yang habis dirampas kewarasannya."
"Betul! Dan itu pelakunya!" geram Gian menunjuk kembarannya. "Dia yang su-"
"Sudah, Yan. Kita makan siang dulu, aku lapar," potong Bian.
"Ngomong-ngomong, apa harga saham naik? Hari ini aku lihat mata Kak Bian kayak api unggun, berkobar. Kalau dia kayak lilin ditiup angin, redup," komentar Adiba.
"Beb!" protes Gian.
Hot Chapters