ALVAREZ
tanya Alvarez tiba-tiba.
"Karena lo, lo, dan lo."
"Oke."
Athena mendecih. Udah? Gitu doang nanyanya?
"Kenapa sih kadang gue bisa biasa aja ke lo, tapi kadang gue bisa sebenci itu? Heran," gumam Athena, memandang lurus ke depan.
"Bencinya jangan terlalu jago. Kalo jatuh cinta mampus lo."
"Dih?" Athena tertawa. "Tau apa sih lo tentang cinta? Udah galak, ketus, pedes, nyebelin lagi. Mana ada yang mau jalin hubungan sama lo?"