Suami Perkasa
Di tangannya, ada ponsel yang langsung menarik perhatian Edgar—bukan karena warna casing-nya, tapi karena modelnya
Itu seri terbaru dari brand paling mahal di pasaran, bahkan Edgar sendiri belum sempat beli karena preorder nya saja sudah sold out.
Marni kelihatan panik begitu sadar Edgar menatap. Ia buru-buru menutup ponsel itu, pura-pura batuk kecil.
“Hehe, eh… Tuan udah pulang? Mau saya bikinin teh hangat?”
Edgar menyipit. “Tunggu. Itu HP kamu?”