Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Namun, fokusnya terpecah ketika suara bergetar kecil terdengar di meja.
Ponsel Anindya menyala. Notifikasi muncul beruntun, tiga pesan masuk, singkat, tapi cukup mencuri perhatian.
Bukan niat Arvendra untuk mengintip, tapi dari tempatnya duduk, layar itu terlihat jelas. Pesan dari seseorang bernama ‘San’, disertai emot senyum.
[Anin udah tidur belum?]
[Besok siang bisa antar aku?]