Godaan Mama Muda
Isakannya terdengar kecil, tersedat, dan itu lebih menyakitkan daripada tamparan.
"Isinya..." Papa Kiara menarik napas panjang, seolah oksigen di ruangan itu tidak cukup untuk membasuh rasa sesak di dadanya. "Sebuah flashdisk. Dan di dalamnya... ada video."
Deg!
Darahku seakan membeku.
Tidak.
Ini tidak mungkin terjadi.
Wajah Bu Siska tiba-tiba melintas di pikiranku. Senyum liciknya, caranya menatapku saat terakhir kali kami bertemu, dan ancaman-ancaman yang kupikir hanya gertakan belaka.