Menukar Takdir Istri Sang Adipati
Wei Yunlirik menangis dijalan pulanglidah terasa tertarik ke belakanglirik tatap matamu bagai busur panahlirik di malam yang dingin dan gelap sepi
"Namun, apa yang kita lakukan tadi? Kita melepaskan semua kendali. Kepuasan bercinta, pelepasan energi sensual yang begitu murni dan intens, membanjiri tubuhmu dengan rasa nikmat yang absolut. Rasa nikmat itu merebut paksa kendali saraf dan aliran darahmu. Iblis di dalam dirimu tidak bisa memakan rasa nikmat dan cinta yang tulus; mereka hanya bisa makan rasa sakit. Ketika rasa sakit itu hilang digantikan oleh kepuasan tertinggi, makhluk itu kelaparan dan terpaksa menyublim kembali ke titik nadir."
Mendengar penjelasan suaminya, Liya tidak bisa menahan semburat merah yang kembali menghiasi pipinya, meski kali ini bukan karena kutukan, melainkan karena rasa malu yang manis.
"Jadi ... jika sa