Rayuan Maut Para Tetanggaku
Kelelahan fisik mengalahkan gejolak batin, hingga akupun tertidur pulas.
Pagi harinya, aku hampir saja kesiangan. Aku terbangun pukul setengah tujuh pagi. Waktunya sangat sempit, aku harus berada di tempat gym pukul tujuh pagi..
Aku segera bersiap-siap. Aku masuk ke kamar mandi, membersihkan sisa-sisa kotoran malam itu. Aku menggosok tubuhku lama, seolah mencoba menghilangkan tidak hanya keringat dan minyak, tetapi juga rasa bersalah yang melekat dari sentuhan Nadira. Ritual mandi itu terasa seperti pembaptisan ulang, sebuah upaya sia-sia untuk memulai hari dengan bersih.