Di Antara Keajaiban
Sudah menjadi hobbi dia sejak dulu, marah-marah tidak jelas jika bersamaku, padahal jika dengan teman lain, dia hemat bicara.
“Aduuhhh... udah jam 3 nih, mandi dululah aku” Ucapku sambil melihat jam yang jarum pendekanya hampir di angka 3, dan jarum panjangnya di angka 11.
Aku bergegas mengambil handuk yang aku jemur di belakang rumah, mengunci pintu depan dan pintu belakang, agar tidak ada tetangga yang datang saat aku sedang mandi. Aku mengambil baju di kamar dan membawanya masuk ke kamar mandi. Menghidupkan pompa air, dan air mengalir dari sumur masuk ke dalam bak mandiku. Segar sekali rasanya, setelah seharian panas-panasan di sekolah.
Hot Chapters