Kado untuk Ibu Mertua
Saya siap untuk mendonorkan hati saya untuk Ines, Dok,"
"Saya juga siap," sahut Mila.
Dokter tersenyum. "Baik, Pak, Bu, tetapi kita perlu periksa terlebih dahulu, apakah hati Anda sekalian cocok dengan pasien. Selain itu pendonor juga harus sehat dan siap mental dengan risiko yang akan dihadapi setelah hatinya didonorkan nanti."
Dengan tangan gemetar, Ramzi menghubungi keluarganya, kakak serta para ipar dan memohon bantuan agar bersedia mendonorkan hatinya untuk Ines karena ternyata ia tidak bisa mendonorkan hatinya untuk sang istri.