KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Aku sampai konsultasi sama ustadz, Ra. Dan Beliau bilang ...“ ucapnya terjeda.
“Beliau bilang apa, Mas?“ tanyaku penasaran.
“Beliau bilang, ada kemungkin Mas terkena sihir,“ jawabnya. Membuat netraku terbelalak tak percaya.
“Sihir? Maksudnya guna-guna? Begitu?“ tanyaku tak percaya. Dia mengangguk cepat.
“Jangan ngaco, Mas.“ Aku menyanggah. Dalam hati teringat perkataan Cantika tentang ilmu guna-guna, yang masih marak digunakan di era digital ini.
“Aku nggak ngaco. Sihir itu memang ada, termasuk sihir pemisah rumah tangga dan aku sudah diruqiyah satu kali, Ra. Dan kamu lihat hasilnya? Aku bisa pulang ke sini tanpa takut pada Medina. Padahal biasanya, setiap menghampirimu, aku selalu tak tena
Hot Chapters