Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
AMORAGA

AMORAGA

PLAK! Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi putih Raga. Beberapa anak yang sedang lewat langsung bergidik ngeri melihat tatapan Amora semarah itu. Amora memang terkenal ramah dan baik hati. Tapi, siapa yang tidak tahu jika Amora akan terlihat sangat mengerikan jika sedang marah. Dan hanya satu orang yang bisa membuat Amora semarah itu ... Saraga Imanuel. "Kalo lo ada masalah sama gue, kita selesain sekarang!" teriak Amora, menggebu-gebu.
109.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 288 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
ARJUNA

ARJUNA

Kemudian merapikan rambut pendeknya dan menatap Arjuna dalam. Arjuna diam. Dia tidak tau harus apa. Otaknya berhenti dan jiwanya seolah terbang meninggalkan raga. Menyisakan dendam dan benci. Sebuah kebencian lama setahun lalu kemudian kebencian baru. Arjuna berniat berdiri sebelum Raina meraih lengan hoodie Arjuna. "Sorry." "Belum waktunya." Arjuna menjawab cepat. Berniat melepaskan cengkraman tangan Raina di lengan hoodienya namun sayangnya itu menjadi lebih erat.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 166 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Asmara dan Pancaroba

Asmara dan Pancaroba

Hal itu membuat Rio langsung emosi untuk pertama kalinya. Rio marah, mukanya merah, matanya melotot, Kencang Ia berteriak dan memaki semua temannya yg ada di ruang kelas tersebut dengan nada tinggi. Ia juga mengajak berkelahi semua teman satu kelasnya. Namun, entah karna teman-teman Rio tidak berani atau merasa bersalah, tapi semua teman di kelas itu diam, Ruang kelas menjadi hening, mendadak mencekam karena nada-nada tinggi amarah Rio. Beberapa saat kemudian, ruang kelas tersebut kembali sedikit cair, setelah guru mereka Pak Suyono masuk ke kelas untuk memberi pelajaran.
3.5K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Dara Ameera

Dara Ameera

Tapi, kenapa saat kesempatan ini muncul, Dara justru menolaknya tanpa alasan yang jelas. Raisa menggenggam lengan Amara. "Ibu, mungkin Dara marah karena kita mengirim datanya ke Alfarez tanpa sepengetahuannya. Ibu tenang ya, mungkin Dara butuh waktu," tutur Raisa, mencoba menenangkan ibu Dara. Amara mengangguk, "Seharusnya, kita memang tidak boleh melakukannya tanpa sepengetahuan Dara," sesalnya.
107.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 245 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Fitnah dan Dendam

Fitnah dan Dendam

"Kalian Pembunuh!" Semua orang menatap ke arah Alina, termasuk Dewi dan Ujang. Tentu saja semua orang kebingungan sekaligus terkejut dengan sikap Alina yang tiba-tiba marah ini. Dada Alina naik turun sebagai pertanda ia sedang emosi. Namun, apalah daya semarah apapun dia tidak ada yang bisa dilakukan olehnya gadis kecil tersebut selain berteriak dan menangis.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Ajari Aku Bahagia

Ajari Aku Bahagia

Segera kubuka kotak merah yang dihiasi sebuah pita kecil lucu di atasnya itu, terdapat sebuah jilbab khimar panjang, sebuah amplop dan sepucuk surat di dalamnya. Assalamualaikum, Nak. Ibu berharap saat membaca surat ini kamu dalam keadaan sehat, tidak dalam keadaan sulit, dan semuanya baik-baik saja. Zahra pasti marah karna ibu tidak memberitahukan tentang penyakit ini. Ibu hanya tidak mau Zahra bertambah sedih, apalagi semenjak ayah pergi Zahra telihat sangat tertekan.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

KELAKUAN SUAMI DAN SAHABATKU

Ia senang melihat Amar begitu marah atas perbuatannya. "Aku memang gi-la, Mas. Aku menjadi gi-la seperti ini karena kamu. Apa yang aku lakukan, Semua itu karena kamu sendiri, Mas. Kamu sendiri yang menyebabkan semua ini terjadi. Bukankah aku sudah pernah bilang sama kamu, Aku akan menghancurkan hidup kamu jika sampai kamu macam-macam sama aku!" Amar hanya terdiam dengan masih penuh amarah. "Apa selama ini kamu menganggap ucapanku main-main ? Jangan pikir karena aku wanita, aku takut sama kamu, Mas!"
1053.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Aku Bukan Satu-Satunya

Aku Bukan Satu-Satunya

Arif seperti kerasukan setan, amarahnya tidak bisa ditahan dan semakin menjadi-jadi. Mina sampai memeluk tubuh sang suami agar merasa tenang. Namun, kepalang emosi sudah ada di ujung tanduk, Arif bisa puas jika dia telah mengahjar Alan habis-habisan. Amira menumpahkan air matanya, dia merasa sangat bersalah terhadap kedua orang tuanya yang menaruh harapan besar padanya.
9.668.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Dia mendongak dan berkata dengan nada datar, "Aku tidak peduli apakah kamu percaya atau tidak, tapi yang terpenting, aku hari ini tidak ingin bersaing denganmu." Orang mati tidak akan pernah bisa bersaing dengan orang hidup, apalagi dendam antara Selena dan Harvey tidak akan pernah bisa diselesaikan hanya dengan beberapa kata. "Aku hanya butuh satu bulan, setelah itu aku akan pergi meninggalkan Kota Arama." "Kamu kira aku bocah umur tiga tahun? Kamu ...." Sebelum kata-katanya selesai, terdengar suara anak kecil memanggil, "Ibu ...."
9.5977.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31.3K kali sebagai arti amarah
Tampilkan Ulasan (394)
Baca
+Pustaka
Alina Tamrin
kalau pak Rudi ada hubungan keluarga dgn Selena apa mungkin orang yg selama ini ada di belakang layar yg ingin membunuh Selena adalah ibu Mira yg TDK ingin Pak Rudi mengetahui kalau Selena adalah keluarganya!. cepat dong perbaharui babnya penasaran nih lanjutatannya ... seru buanget ceritanya .........
Siti Ety rumiyati
Ceritanya sepertinya bagus awl baca jg kok bgs ini ceritanya tp pas lihat babnya banyak bangeeets jd mundur hehe pengin cerita yg tdk trll panjang pengin lht Selena n harvey bahagia kl panjang gini sepertinya banyak tarik ulur bahagia,jatuh lg d angkat lg bahagia jatuh lg dst nya. Btw,Smangat author
Baca Semua Ulasan
Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Kawin Gantung Dengan Duda Ganteng

Nada suaranya berubah dingin. Amarah yang selama ini dia tahan, kini terlihat jelas tanpa ditutupi sama sekali. Amora yang duduk di sampingnya hanya terkekeh kecil, mencoba mencairkan suasana. “Sabar, sabar… nanti keriput lho kalau kebanyakan marah,” godanya ringan. Arkha hanya meliriknya, sedikit kesal. “Yang harus kita utamakan sekarang itu kesehatan mental Carmen,” lanjut Amora, kali ini lebih serius.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai arti amarah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status