Menjadi Ratu Kesayangan Kaisar Tiran
Tenang, tegas, dan tidak tergoyahkan.
Ia berhenti di tengah aula.
Jarak antara dirinya dan singgasana tidak terlalu jauh, tetapi cukup untuk menegaskan posisi siapa yang berada di atas, dan siapa yang berdiri di bawah.
Tanpa terburu-buru, Duke Kurtcher membungkuk.
Gerakannya dalam, rapi, tidak berlebihan.
Lalu ia berlutut.
“Duke Kurtcher menghadap Yang Mulia Kaisar.”