Menantu On Air : Siaran Rahasia dari rumah mertua
Saat kedua tangannya membasuh lengan, ia berbisik lirih, “Ya Allah... kuatkan aku.”
Tak lama kemudian, sajadah hijau terbentang di ruang tengah. Sekar berdiri, menundukkan kepala. Tubuhnya gemetar, tapi ada kekuatan yang mengalir setiap kali ia mengucap takbir. Sholatnya malam itu terasa berbeda—lebih berat, lebih panjang, lebih penuh tangisan yang tak terbendung.
Dalam sujudnya, air matanya jatuh deras, membasahi serat sajadah. Suaranya lirih, hampir tercekik oleh tangis.