PENDEKAR TAPAK DEWA
Ketika dilihatnya La Mudu sedang duduk tafakur di sisi lain ruangan itu, keduanya tak berani bersuara besar-besar, dan langsung menyalami Sarta dan istrinya lalu duduk di atas tikar, setelah dipersilakan oleh Sarta.
La Mudu mengakhiri zikir dan wiridnya. Saat melihat Tuan dan Nyonya ia langsung mengangguk dan tersenyum dan menyalami Tuan Kob Sinn, tetapi hanya mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya kepada Nyonya Kob Sinn. Ia mengambil tempat duduk di atas tikar, di samping Tuan Kob Sinn.
“Tuan Syeh,” ucap Pak Sarta, “Beliau berdua ini adalah Tuan dan Nyonya Kob Sinn.”