Kurir Pemilik Sistem
Dia mengerjap beberapa kali.
"Mas... ini... batu?" tanya Arini dengan nada tidak yakin.
"Iya. Batu."
"Batu yang... biasa? Kayak batu di pinggir jalan?"
"Bukan batu biasa, Rin."
Arini mendekatkan wajahnya ke batu itu. Dia mencium baunya, bau tanah, bau sungai, bau lembab. Tidak ada yang istimewa.
"Mas Wandi, aku bingung. Kenapa Mas Wandi antusias banget sama batu ini? Ini kan cuma...."