Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Across : Bayar Aku! (Indonesia)

Across : Bayar Aku! (Indonesia)

“Uang, uang, uang! Sebenarnya, apa bagusnya uang?!” Joya melemparkan ponsel Agha ke atas jalanan aspal hingga ponsel itu hancur saat sebuah mobil melindasnya, “apa yang-” perkataan Agha terhenti saat dia menangkap mata Joya yang menatapnya seakan dia merupakan makhluk yang menjijikan.
107.3K viewsOngoingAdded to Library 160 Times as angga angga
Read
+Library
BUKAN MEMPELAI IMPIAN

BUKAN MEMPELAI IMPIAN

Rasanya segar, tapi tidak bisa menyegarkan pikirannya yang campur aduk. Angga tersenyum, lalu ikut menyeruput minumannya. Mereka duduk berdua dalam diam, tapi tidak canggung. Ombak terus bergulung, angin masih berhembus, dan langit semakin cerah. "Aku titip kamu ya, sama Tuhan," bisik Angga. "Supaya kamu bisa sembuh. Dari semua luka yang dia beri."
1038.8K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as angga angga
Read
+Library
Giok Langit

Giok Langit

“Tidak, kau gila! Itu sia-sia.” “Ke ibu kota!” Tubuhnya melesat menuruni bukit itu. Dari jauh hanya tampak sebuah bayangan putih yang terbang. Memang luar biasa sekali ilmu meingankan tubuh Long Wei yang bernama Bangau Terbang. Tubuhnya seolah menjadi seringan bulu sehingga bisa bergerak cepat sekali. *** “Entah berapa ribu terima kasih harus kusampaikan padamu.”
103.1K viewsOngoingAdded to Library 122 Times as angga angga
Read
+Library
Gelang Langit

Gelang Langit

"Itu gema cair. Suara yang terlalu padat untuk terbang, terlalu ringan untuk mengendap." Ayu berjongkok, menatap ke dalam genangan. Wajahnya terpantul, lalu berganti—sekejap menjadi wajah perempuan tua yang menangis, lalu berubah lagi menjadi anak kecil yang tertawa. "Ini... wajah-wajah yang pernah bersuara di sini."
2.0K viewsOngoingAdded to Library 46 Times as angga angga
Read
+Library
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Kue ulang tahun raksasa dibawa keluar, dan semua orang berkumpul mengelilingi Fatih yang duduk di kursi tingginya, menatap lilin angka '1' dengan mata berbinar-binar. Semua orang menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dengan riang. Vani berdiri di barisan paling belakang, bertepuk tangan dengan senyum di wajahnya. Namun matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Adam yang berdiri di seberang kerumunan. Adam menatapnya dengan ekspresi yang sulit di baca. Di samping Adam, berdiri Mitha, tertawa sambil ikut bertepuk tangan. Pemandangan itu membuat Vani cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
106.1K viewsCompletedAdded to Library 165 Times as angga angga
Read
+Library
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

“Kalau cinta ini hanya akan jadi angin… semoga ia tetap singgah di antara kita. Walau cuma sebentar. Walau hanya lewat. Aku akan tetap menunggu, sampai kapanpun.” Dan di sisi lain kota, Elhan menatap langit-langit kamarnya, air mata mengalir diam-diam. “Maafkan aku, Nay. Suatu hari… semoga angin membawa aku kembali padamu.” Angin malam kembali berhembus. Dua hati berteriak dalam diam, dua jiwa saling mencari, tapi tak pernah benar-benar bertemu.
1.4K viewsOngoingAdded to Library 53 Times as angga angga
Read
+Library
KINASIH

KINASIH

Dia mengangguk lalu berkata lirih. "Nggak mungkin aku sama dia, Ran. Dia di langit aku di dasar bumi. Lagi pula, aku janda lho sekarang, bukan gadis ting-ting. Mana umur udah hampir kepala tiga, udah tua." "Kepala tiga udah tua, terus Bibi apa? Fosil?" Asih dan Rani menoleh, melihat bi Sumi yang berdiri di ambang pintu dengan wajah cemberut.
1.5K viewsCompletedAdded to Library 45 Times as angga angga
Read
+Library
Abang Playboy menungguku

Abang Playboy menungguku

Kayaknya masuk angin. Jena mengernyit. Jena: Orang gila. Gua yang basah kuyup kemarin, elu yang masuk angin? Tak lama, pesan berikutnya masuk. Ranti: Eh serius gua. Satu foto punggung Ranti yang memerah muncul di layar. Jena mendengus. Jena: Ih sebel. Napa nggak gua aja yang sakit. Males ngampus kalo nggak ada lu.
10358 viewsOngoingAdded to Library 11 Times as angga angga
Read
+Library
Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Reva hanya menunduk dan diam. “Dan ingat satu lagi! Aku tidak akan pernah menceraikanmu, dan tidak akan pernah mencintaimu, Reva! Aku juga tidak sudi untuk menyentuhmu!” ucap Angga dengan kasar sambil menunjukkan jari telunjuknya di depan wajah Reva. Reva menunduk dan merasakan air matanya sudah berada di pelupuk matanya. Namun, dia langsung menyeka air matanya yang hendak menetes pipi.
553 viewsOngoingAdded to Library 14 Times as angga angga
Read
+Library
Jodoh Dikejar, Kau Kudapat

Jodoh Dikejar, Kau Kudapat

Sekalipun ia melakukan kesalahan dalam ucapannya, wajahnya tak pernah menunjukkan perasaan bersalah. Angga terlalu acuh dengan segala kemungkinan amukan Gala. "Ya, siapa tahu, kan?" Angga mengedikkan sebelah bahunya, "Kamu juga cuma manusia biasa dan bisa aja khilaf jadi sugar baby Eh, kalau cowok namanya sama nggak ya?" Gala mendengkus kesal. Ingin rasanya ia membawa Angga ke tempat laundry. Tentu saja tuk 'mencuci' otaknya yang tak bisa berpikir jernih.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 176 Times as angga angga
Read
+Library
PREV
123456
...
9
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status