Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

"Kalau aku tidak mau?" Ganjar menyeringai. "Kalian semua mati malam ini!" ***
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 146 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Giok Langit

Giok Langit

“Tidak, kau gila! Itu sia-sia.” “Ke ibu kota!” Tubuhnya melesat menuruni bukit itu. Dari jauh hanya tampak sebuah bayangan putih yang terbang. Memang luar biasa sekali ilmu meingankan tubuh Long Wei yang bernama Bangau Terbang. Tubuhnya seolah menjadi seringan bulu sehingga bisa bergerak cepat sekali. *** “Entah berapa ribu terima kasih harus kusampaikan padamu.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

Ia menatap langit dan makhluk bertopeng yang kini berdiri diam di ujung lapangan, tidak bergerak, tapi mengirimkan gelombang tekanan yang menyebar seperti pusaran. "Kita tidak bisa menunggu lebih lama. Kalau mereka tidak menyatu sekarang, gema akan runtuh," katanya. Kara memberi aba-aba kepada pengikutnya. Mereka mulai menyanyikan satu bait yang aneh—seperti nyanyian ritual kuno, penuh gema panjang dan naik-turun nada yang membuat udara bergetar. Doa itu bukan dalam bahasa yang dimengerti, tapi memiliki bobot.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Bagaimana Denganku

Bagaimana Denganku

Kue ulang tahun raksasa dibawa keluar, dan semua orang berkumpul mengelilingi Fatih yang duduk di kursi tingginya, menatap lilin angka '1' dengan mata berbinar-binar. Semua orang menyanyikan lagu "Selamat Ulang Tahun" dengan riang. Vani berdiri di barisan paling belakang, bertepuk tangan dengan senyum di wajahnya. Namun matanya tanpa sengaja bertemu dengan mata Adam yang berdiri di seberang kerumunan. Adam menatapnya dengan ekspresi yang sulit di baca. Di samping Adam, berdiri Mitha, tertawa sambil ikut bertepuk tangan. Pemandangan itu membuat Vani cepat-cepat mengalihkan pandangannya.
105.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 160 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Angin di Antara Kita

Angin di Antara Kita

Hanya pesan dari grup kelas. Ia menggigit bibir, menahan kecewa. Lalu ia menulis lagi pesan di kolom chat Elhan: “Aku kangen.” Kali ini ia biarkan terkirim. Namun tanda centang biru tak pernah muncul. Elhan, di kamarnya, memandangi layar ponselnya. Pesan Nayla terpampang jelas. “Aku kangen.” Dua kata sederhana, tapi terasa seperti belati yang masuk ke dalam dadanya.
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
KINASIH

KINASIH

Dia mengangguk lalu berkata lirih. "Nggak mungkin aku sama dia, Ran. Dia di langit aku di dasar bumi. Lagi pula, aku janda lho sekarang, bukan gadis ting-ting. Mana umur udah hampir kepala tiga, udah tua." "Kepala tiga udah tua, terus Bibi apa? Fosil?" Asih dan Rani menoleh, melihat bi Sumi yang berdiri di ambang pintu dengan wajah cemberut.
1.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Abang Playboy menungguku

Abang Playboy menungguku

Kayaknya masuk angin. Jena mengernyit. Jena: Orang gila. Gua yang basah kuyup kemarin, elu yang masuk angin? Tak lama, pesan berikutnya masuk. Ranti: Eh serius gua. Satu foto punggung Ranti yang memerah muncul di layar. Jena mendengus. Jena: Ih sebel. Napa nggak gua aja yang sakit. Males ngampus kalo nggak ada lu.
10247 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Reva hanya menunduk dan diam. “Dan ingat satu lagi! Aku tidak akan pernah menceraikanmu, dan tidak akan pernah mencintaimu, Reva! Aku juga tidak sudi untuk menyentuhmu!” ucap Angga dengan kasar sambil menunjukkan jari telunjuknya di depan wajah Reva. Reva menunduk dan merasakan air matanya sudah berada di pelupuk matanya. Namun, dia langsung menyeka air matanya yang hendak menetes pipi.
377 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Jodoh Dikejar, Kau Kudapat

Jodoh Dikejar, Kau Kudapat

Angga menghela napas panjang seolah ia sedang menanggung beban hidup yang sangat berat, "sejak kapan kamu jadi simpenan tante-tante, Gal?" Mata Gala melotot tajam saat telinganya mendengar kalimat yang Angga ucapkan. Ia meraih sesuatu dengan asal dan melemparkan benda tersebut ke arah Angga yang berhasil mengelak. Jika saja gerakan Angga kurang gesit bisa saja wadah kacamata baca milik Gala itu mengenai kepalanya. "Itu mulut sembarangan banget ngomongnya!" salak Gala tak terima. "Emangnya kamu pikir aku laki-laki apaan?"
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 171 kali sebagai angga angga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status