ARINDA
Aku penasaran dengan apa yang akan dia jawab kepada temannya itu.
" Emmm, adik kelas. "
" Oooh"
" Halo, nama saya Agung."
" Arindaa"
Aku membalas jabat tangan dari lelaki tersebut.
" Nama yang bagus. "
Mereka berdua kini mulai berjalan beriringan didepan, aku memilih untuk berjalan sendirian dibelakang sembari melihat spot foto yang dipenuhi oleh orang-orang. Sebenarnya tempat tersebut merupakan hutan Pinus yang berlereng diatas bukit. Tapi dengan sedikit sentuhan tangan manusia tempat itu berubah seratus delapan puluh derajat. Yang dulunya hanya berisi pohon Pinus kini terdapat rumah rumahan, ayunan, bahkan ada galeri seni kecil-kecilan untuk para pengunjung yang mau menyalurkan karyanya di
Hot Chapters