Gairah Liar Tante Silvi
Jemarinya menyentuh tuts putih itu perlahan, memainkan satu nada—F minor, tapi suaranya terdengar sumbang, seperti menggambarkan isi hatinya yang hancur.
“Silvi…” bisiknya lirih, “Kau sama saja seperti Mama. Pergi tanpa pamit! Semua wanita sama saja. B*jingan!!!"
Matanya memerah, tapi ia cepat-cepat mengusap air matanya. Perasaannya seperti dipermainkan, dan mulai detik ini, ia tak ingin peduli lagi. Ia akan membuktikan jika dirinya bisa tanpa wanita itu!
*
*
Malam ke-10 setelah Silvi menghilang.