Kania (Gairah Seorang Pembantu)
"Kami bukan orang yang keterlaluan sampai nggak kasih kamu pertolongan yang layak. Memanusiakan manusia itu sifat wajib bagi diri seseorang. Nggak mungkin kan rasanya kami biarin kamu gitu aja?"
Didekatnya, sosok jangkung itu tengah menatap penuh dengan tatap kagum dan tentunya penuh cinta. Adi tidak kehilangan Arumi yang dulu. Mereka hanya sedang dalam fase mengambang dalam segi pendapat. Mungkin kaya orang-orang dulu, itu adalah sebagai bumbu dari sebuah hubungan. Sangat wajar terjadi.
"Terima kasih, Bu," ucap Kania, terpaksa.