Terjerat Takdir Tuan Saka
"Apa aku benar-benar cukup buat dia? Arum masih dua puluh tahun, muda dan cantik. Dia masih punya masa depan yang panjang. Dan aku… pria rusak yang bahkan ga yakin bisa jadi suami sepenuhnya untuknya."
Saka menarik napas. Lalu bertanya tanpa menoleh. "Rum, ga pernah... penasaran?"
Arum berpaling, keningnya mengernyit. "Penasaran? Sama apa?"
Saka diam sejenak, lalu membalas dengan canggung. "Hal-hal yang... biasanya terjadi dalam hubungan suami istri." Nada bicara Saka datar, tetapi terasa ada ketegangan tipis di baliknya.