Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu
“Aku memang bukan anak Revan! Dia bukan ayahku!”
Plak!
Tamparan keras mendarat di pipi Reino.
Dita gemetar, air mata menggenang di matanya, sementara ruangan itu kembali sunyi, sunyi yang penuh luka dan kehancuran.
“Mah …,” ucap Reino terbata, suaranya melemah setelah tamparan itu.
Dita menatapnya dengan mata bergetar, menahan air mata ketakutan. “Cukup, Reino. Bagaimanapun juga, Revan adalah ayah kandungmu.”