Cahaya Biru
puji Lala sambil menepuk bahuku ringan.
"Iya, semoga aja nanti dia bisa lulus dengan nilai yang memuaskan," harapku, sambil menatap langit yang semakin sore, berdoa dalam hati untuk keberhasilan Biru.
Saat aku dan Lala asyik bercerita, terdengar suara Anggia dan gengnya yang mendarat di bangku tidak jauh dari kami.
Seorang dari mereka melontarkan kata-kata yang menusuk, "Wah, Biru kayaknya cinta banget sama lo. Dia sampai bela-belain bawain bekal buat lo."
Hot Chapters