Kesayangan Mami
Mami meremas tanganku, rupanya masalah yang sedang kami hadapi begitu cepat menguar.
"Buruan sehat Momy, kami kangen. Main sama Momy," ucap Ayi manja. Memeluk lenganku, dengan merenggut.
"Tentu sayang, doakan Momy ya?" Keduanya mengangguk, anak pintar. Kado terindah dari Putra, harusnya semalam aku dengarkan dulu dia bukan malah bersikap kalap.
Lama berbincang, soal kesehatanku dan janin. Dokter Ratna pamit, kembali memberikan kekuatan. "Sabar, badai akan segera berlalu. Secepatnya!"
Hot Chapters