After Marriage
Senyumnya terlihat mekar.
Siera menggeleng. "Ini serius, Pa. Kapan-kapan ajari Siera buat yang begini, Ma. Biar bisa buatin untuk De--" Perempuan itu mengatupkan bibir sebelum rampung menyebut nama sang suami. Mendadak ia ingat bahwa hubungannya dengan pria itu tidak sebaik itu.
Mereka bahkan tidak dekat. Bagaimana bisa Siera terpikir untuk membuat sesuatu yang bis Dean nikmati? Agaknya, penilaian sang suami benar. Siera cukup profesional sebagai istri pura-pura.