Money And The Power
"Sudah. Kita masuk dulu. Meski jarang aku tinggali, tapi penthouse ini selalu dibersihkan setiap hari. Kau tidak perlu khawatir dengan debunya. Tempatnya tentu saja bersih."
Arta menggandeng tangan Agnes. Ia membawa Agnes masuk. Penthouse yang jarang ditempati, sangat luas, sangat besar, dan tertata begitu rapi.
"Mungkin kau tidak suka. Untuk sementara, lumayanlah."
"Aku suka," jawab Agnes sembari tersenyum.
Arta menoleh. Melihat Agnes yang tersenyum polos sembari memegang lengan kemeja Arta. Dalam benak Arta, ada apa dengan Agnes sampai ia berekspresi seperti itu?