Bara Dendam di Perbatasan
Permaisuri menyambutnya dengan penuh kasih sayang, membelai kepala bocah itu.
“Eyang sudah lama tak bertemu denganmu, Ardana,” katanya lembut. “Kau makin besar dan tampan.”
Anak itu tersenyum riang, sementara Sasi Kirana mendekat. “Ibu, terima kasih telah menempuh perjalanan jauh demi kami,” ujarnya, matanya tampak berkaca-kaca.
“Demi kalian, bahkan menempuh perjalanan hingga ke Dihyang pun aku tidak pernah keberatan,” jawab Permaisuri dengan tulus.
Hot Chapters