Cinta sang Asmara
“Ya udah, Mas lagi ngidam bebek rica-rica nih. Enggak papa?”
Asmara mengangguk sebagai persetujuan. Selama menunggu pesanan mereka, Asmara mendapati kalau Sari seringkali curi-curi pandang pada Farhan. Membuat Asmara, Gania dan Anton tersenyum jahil. Yah, mau bagaimanapun Farhan memang cukup menggoda. Dengan wajah tampan, penampilan rapi khas pekerja kantoran, serta senyum hangat yang senantiasa tersungging. Apalagi dengan pekerjaannya yang cukup mapan, jelas bagi gadis muda seperti Sari, Farhan bagai madu di tengah ladang yang kering.
Sayangnya, Asmara jadi pengecualian. Dia tidak tertarik untuk menggaet hati lelaki di hadapannya, meskipun dia akui kalau Farhan termasuk ke dalam tipe ideal
Hot Chapters