Menjual Warisan Demi Harga Diri
"Buatkan aku kopi, dan siapkan camilan. Sepertinya aku bakal menang banyak hari ini."
Asih tersenyum tipis. "Baiklah, akan aku siapkan."
Akhir-akhir ini, Asih merasa bosan, melihat semua kelakuan Hardi, kualitas hidup Hardi memang seburuk itu.
Dahulu, Asih sudah berupaya menyadarkan, tapi Hardi, dasar lelaki manja yang selalu mencari perhatian, bersikeras bahwa sukses hanya masalah waktu dan keberuntungan.
Bab Populer