Menjual Warisan Demi Harga Diri
Hardi mencoba meraih tangan Asih, sentuhannya terlalu lembut, nyaris menjijikkan bagi Asih, namun Asih menghindar.
"Aku tidak bodoh, Mas. Ibu sudah terang-terangan menjodohkan kalian. Apa yang kau ingkari?" Asih berbalik, menatap Hardi tajam.
"Iya, tapi itu cuma keinginan Ibu karena kau belum punya momongan," Hardi bersikeras, mencoba mencari alasan lain, nada suaranya berubah manis secara tiba-tiba. "Tapi kalau kita mencoba, kita bisa memulai dengan ikut program kehamilan."
Hot Chapters