Ibuku Bukan Wanita Biasa
"Apa kau pernah bertemu orang yang mengetahui banyak hal tentangmu, tapi kau tidak mengenalnya?"
Dika mengernyit, "Maksudmu?"
"Apa kau pernah bertemu orang tidak dikenal, tapi dia banyak tahu tentangmu?"
Dika berpikir sejenak, "Mana ada orang seperti itu. Kecuali dia seorang penguntit."
"Benar, bukan?"
"Sebenarnya apa yang kau katakan? Apa hubungannya?"
Randu tidak menjawab, pemuda itu kembali membuka kertas surat itu. Menatapnya tajam, sebelum meremas kertas tersebut hingga tak berbentuk dan memasukkan ke dalam saku.