Istri Kontrak Tuan Sultan
“Mungkin itu karena Mami, Papa, dan Kai. Mereka hangat, seperti keluarga yang sederhana. Tidak ada politik, tidak ada beban.”
Sultan mengangguk pelan. “Mungkin. Tapi ada hal lain juga.” Ia berhenti, seakan menimbang kata-katanya. “Aku merasa hangat karena ada kamu di sini. Kamu terlihat lebih hidup di rumah ini.”
Wajah Queen memerah. Ia menunduk, pura-pura merapikan sesuatu di meja. “Aku hanya merasa bebas. Tidak harus selalu jadi ‘Nyonya Sultan Kalatama’. Di sini aku hanya Queen.”
ตอนยอดนิยม