Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Isyarat Kasih Untuk Awan

Isyarat Kasih Untuk Awan

Lebih dari setengah jam ia menunggu, sampai dari kejauhan tampak Cloudy datang menuju kursi tempat biasa ia melakukan kegiatannya. Cloudy berjalan pelan, ia hanya memperhatikan jalan dan sekitar tempat kursi yang akan ia duduki. Saat Cloudy hendak menghempaskan tubuhnya ke atas kursi, ia menyadari ada sebuah amplop kertas yang di atasnya diletakkan setangkai mawar merah. Sebuah amplop berwarna merah senada warna kelopak mawar. Cloudy berusaha mengacuhkan keberadaan benda itu. Tapi tulisannya untuk kamu membuat ia merasa bila surat itu ditujukan kepadanya.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as awaits
Read
+Library
AURORA

AURORA

Maksudku, gelombang warna itu menari-nari di atas langit yang berada tepat di kepalaku. Aku mendongak, memerhatikan pergerakan aurora tersebut yang terasa menenangkan. Aku merasakan semua beban di pikiranku seakan-akan terangkat, membuat bahuku terasa ringan untuk sementara berkat tarian indah aurora ungu tersebut. Kini aku yakin, kenapa Aquilla gemar memperhatikan gelombang bias cahaya tersebut. “Kita akan langsung pergi ke Arras.”
106.0K viewsOngoingAdded to Library 241 Times as awaits
Read
+Library
The Waitress

The Waitress

Tuan Irawan melenggang pergi. Daffa mengerutkan keningnya heran. Kok ada ya orang kayak gitu. Udah kalah, masih aja pengen uang. Ck ck. "Hadeuuh, orang tua satu ini emang gak mau mengalah," gerutu Daffa. *** "Ck, kemana sih si Daffa ini?" Raisa sedang menunggu Daffa di restorannya. Ia hanya cemas jika papanya melarang Daffa agar tidak bekerja lagi di sana. Padahal, Raisa sangat membutuhkan Daffa saat ini.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 94 Times as awaits
Read
+Library
Alice

Alice

Kebahagian sangat gampang di cari, jika peka terhadap lingkungan sekitar. Berfikir jernih, dan tidak menganggap semua itu.. Jahat. ------:------ Auri mendongakkan kepalanya, mendapati seseorang yang dia tunggu ternyata sudah menghampiri dirinya bahkan berdiri di depan dirinya. "Vito." ***
105.9K viewsOn holdAdded to Library 229 Times as awaits
Read
+Library
Invitasi

Invitasi

Mika menggerutu, tidak suka dengan kalimat yang Rania gunakan. Rania hanya tersenyum kemudian mengangkat kedua bahunya bersamaan. “Ayo, masuk!” katanya dengan gerakan kepala sebagai isyarat. Isamu, Jovita, Adien, dan Tami menunggu dalam tenang. Mereka hampir tidak bergerak dan sama-sama menahan nafas. Meski hanya beberapa menit, waktu yang dihabiskan untuk menunggu terasa panjang dan membuat tegang.
9.910.1K viewsCompletedAdded to Library 202 Times as awaits
Read
+Library
SENYAWA

SENYAWA

ucap Meera saat ia mengangkat gagang telepon kantornya. Meera memencet beberapa tombol pada telepon dan sedang menunggu panggilan tersambung. Tak perlu menunggu lama, orang di seberang mengangkat panggilan tersebut pada deringan pertama, membuat degup jantung Meera berpacu karena ia akan berhadapan dengan Varo untuk meminta izin pulang cepat sore nanti. “Halo,” ucap Varo di seberang telepon.
1.9K viewsOngoingAdded to Library 73 Times as awaits
Read
+Library
Kebahagiaan Menanti

Kebahagiaan Menanti

Dari hasil visum, aku mengalami luka ringan. Anisa akan ditahan selama 10 hari dan denda sebanyak satu juta. Evan akan ditahan selama lima hari dan denda sebanyak 400 ribu. Zayn dan Jihan tidak setuju dengan hukuman ini. Mereka berusaha membujukku beberapa kali, tetapi aku menolaknya. Arya berada di sampingku, jadi mereka tidak berani macam-macam. Setelah keluar dari kantor polisi, Arya mengantarku ke rumah sakit.
5.7K viewsCompletedAdded to Library 188 Times as awaits
Read
+Library
AWAN - THE NEXT SANJAYA

AWAN - THE NEXT SANJAYA

Ia menatap pria di depannya lebih lama, dan untuk alasan yang tidak bisa dijelaskan, ada sesuatu pada tatapan Awan yang membuatnya percaya. “Baik, Pak. Saya akan berusaha.” “Bagus.” Awan menulis sesuatu di kertas lalu menyerahkannya pada Rita, “Tugas pertamamu, buat produk baru ini. Waktu tiga hari.” Rita menerima kertas itu dan membaca cepat. Di bagian atas, tertulis satu kata besar, MIRACLE. Ia mengernyit, “Miracle? Produk kecantikan, Pak?”
9.7146.0K viewsOngoingAdded to Library 5.5K Times as awaits
Read
+Library
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Aku tunggu di rumah, ayo kita bicara baik-baik. Sebelum mengirim pesan itu, Bryan masih berkhayal bahwa Cecil akan segera kembali setelah melihatnya menundukkan kepalanya dengan sungguh-sungguh. Bryan masih berpikir Cecil hanya sedang bersikap picik seperti sebelumnya. Dia bahkan berpikir untuk menunggu Cecil kembali, ingin memberi tahu Cecil bahwa dia akan marah jika wanita itu mempermainkannya. Begitu pesan terkirim, Bryan baru tertegun ketika melihat tanda seru merah di layar.
14.5K viewsCompletedAdded to Library 376 Times as awaits
Read
+Library
Di Atas Ranjang Dokter Sonya

Di Atas Ranjang Dokter Sonya

jawab Awan. "OTW nyaannya lain OTW, Oh Tungguan We, (OTW beneran, yah. Bukan OTW, Oh Tungguin Aja.)" Eka memperingatkan Awan, pokoknya dia benar-benar tidak mau kencannya ini batal hanya karena Awan terlambat barang satu detik pun.
9.71.3M viewsCompletedAdded to Library 39.8K Times as awaits
Show Reviews (115)
Read
+Library
Gallon
Hai pembaca, maaf yah mungkin saya harus hiatus dulu sampai hari selasa atau rabu karena saya sedang masa duka, mama mertua saya meninggal. jadi saya mau hiatus dulu, saya hanya minta doanya saja dari para pembaca semuanya ...... Terima kasih
Muti
Kalo yg ikuti cerita Sonya, terus memahami isi cerita, sebenernya ini banyak Ilmu parenting nya lho menurutku ya. Dari kejadian Janu sampe Hana Haikal. Tentang pola asuh anak. Apa dampak dari kehidupan sex bebas.
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status