Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PAWANA

PAWANA

Sudahlah masih ada esok hari. Handphone-ku bergetar. 1 pesan dari Angin. [Hope i can see u tomorrow!] See u? Jadi selama ini, dia bisa melihatku?
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Penantian yang Tak Kunjung Datang

Penantian yang Tak Kunjung Datang

[ Kamu bisa kembali kapan saja untuk melanjutkan pekerjaan sebagai sekretarisku. Namun, pesan yang dia anggap sebagai jalan keluar itu malah terhalang blokiran dan tidak pernah sampai kepada orang yang dituju. Ini adalah pertama kalinya selama bertahun-tahun, Teresa memblokirnya. Tangan Alex sedikit gemetar. Dia menatap layar tanpa berkedip sampai Felly kembali. "Alex, maaf membuatmu menunggu. Besok kita pergi lihat aurora, ya?" Wanita itu berganti gaun indah dan merangkul lengannya dengan manja.
8.9127.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

Beliau mengirim pesan pendek kepada Reihan. "Dewa belum pulang, lama-lama ibu khawatir Rei, bagaimana kalau dia kenapa-napa?" messege delivered. Lima belas menit Nyonya Finda menunggu balasan dari putranya yang selalu dibanggakan, namun yang ditunggu tak memberi tanggapan. Beliau pun hanya bisa menebak, mungkin Reihan masih sibuk belajar.
9.97.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 267 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Masih Ada Waktu

Masih Ada Waktu

Ia melihat layar ponselnya yang setia bergetar karena ada panggilan masuk dari aplikasi W******p. "Fera," gumam El dengan terseyum tipis. El menarik tombol hijau yang ada di layarnya ke atas. Lalu, ia menempelkan benda canggih ke telinga kirinya. "Halo! Assalamualaikum." "Waalaikumussalam. Kenapa, Fe?" "Sorry, El. Hari ini, gue gak bisa bantu lo bagiin kertas pendaftaran ekskul."
107.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 178 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

GANTENG-GANTENG ANAK PEMBANTU

Tidak jauh dari gerbang komplek perumahan mewah tempat Renata tinggal, tampak Devi sudah menunggu Awan dengan motor sport R6-nya. "Bagaimana ?" Tanya Awan to the point, begitu melihat wajah yang terlihat tegang ditambah ada bekas lebam di pipi sebelah kanannya dan juga darah yang masih tersisa di sudut bibirnya.
8.9355.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12.1K kali sebagai awaits
Tampilkan Ulasan (80)
Baca
+Pustaka
Bangfanstory
Saya sudah baca GGAP sampe The Last GGAP dan sekarang lgi proses The Next Sanjaya. Tapi kok saya harus buka kunci Per Bab nya ulang ya. pdahal saya sudah baca semua nya, Parah nih Authornya pdahal dlu saya penggemar Novelnya Sutan Sati sampe semua novel nya sudah saya baca sampe slesai sumpah kecewa
TiSu
suka sama ceritanya. Cerita remaja tapi diselipin peliknya masalah yang sangat serius. gak main2 masalah negara .... Btw kenapa bnyk yg protes koin yak. Yang kuketahui KOIN itu bukan penulis yg menentukan, melainkan tulisannya. Dalam arti KOIN dihitung sesuai jumlah kata, betul kan, Thor....
Baca Semua Ulasan
Undangan

Undangan

Lagu dinyanyikan oleh . Suatu pagi, Rayhan menerima notifikasi di ponselnya bahwa dia mendapatkan promo makan di restoran yang baru dibuka, letaknya memang cukup jauh dari kantornya. Namun karena restoran ini restoran seafood. Rayhan tidak mau melewatkan promo yang hanya berlaku satu hari saja sampai jam 5 sore. Jadilah ketika masuk jam makan siang, Rayhan terburu-buru keluar kantor menaiki ojek secepat kilat. Sesampainya di restoran tersebut, rupanya ramai pengunjung. Rayhan merasa kehilangan antusias jika harus menunggu selama itu. Namun ada pelayan yang mencegatnya agar tidak pergi, akhirnya Rayhan terpaksa menuruti sang pelayan.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Kau terlalu banyak ingin tahu. Kau memang bisa membaca motif tersembunyi dengan baik.” Mereka berdiri dalam keheningan sebentar, masing-masing tenggelam dalam pikiran mereka sendiri tentang masa lalu yang rumit dan masa depan yang tidak pasti. “Ayo,” akhirnya ucap Amita, suaranya kembali tegas. “Kita harus sampai di Wanawaron sebelum matahari terbenam. Ada banyak hal yang perlu kubicarakan dengan Ratu Arunya.”
1015.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

Awan Tenang, Angin Membawa Cinta

] Pita kedua bertuliskan: [Asal kamu kembali, kapan pun itu, aku akan tetap memilihmu.] Wulan menatap dua harapan itu, lalu tertawa kecil, penuh ironi. “Selamat ya, Jordan. Harapanmu tercapai.” Tak lama, Wulan kembali ke vila. Ponselnya terus bergetar, penuh dengan pesan-pesan provokatif dari Maya. Wulan hanya melirik sekilas, lalu duduk di depan meja tulis dan mulai menulis sebuah surat perpisahan.
8.944.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Aku sudah bilang akan menikah denganmu dan aku nggak pernah ingkar janji. Hampir seketika itu juga, balasannya muncul: [Winda, aku sudah menunggu hari ini selama dua belas tahun. Berapa pun lamanya, ini sepadan.] Hidung Winda terasa masam. Saat menoleh, dia langsung melihat status WhatsApp Sania.
27.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 570 kali sebagai awaits
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status