Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Langit dan awan adalah dua hal yang paling Naqib sukai.
Katanya dulu, Naqib pernah bercerita pada Paman Qasim, bahwa ia selalu menggambarkan langit sebagai Ayahnya, dan awan adalah Ibunya. Langit yang dengan gagah memeluk awannya, dan awan yang membalas pelukkannya, sembari memayungi anak-anak manusia di bawahnya. Naqib selalu percaya Ayah dan Ibunya tak pernah pergi darinya, Ayahnya—Qais menjelma menjadi langit yang terkadang biru cerah, atau gelap karena sang awan yang memeluknya terlalu erat, dan Ibunya—Aysel menjelma menjadi awan yang kadang bergumpal-gumpal, atau serupa serabut-serabut, atau gelap karena mengumpulkan kesedihan para anak manusia. Dan mereka selalu ada bersamanya, mengiri
الفصول الرائجة