Ujung Senja
Akan dilantik menjadi apa dia?
“Langsung ke aula, Pak?” Seorang lelaki muda menyapa Bang Asman. Aku lirik nametag-nya, Dayu.
Lelaki bernama Dayu itu berkulit sangat putih, dengan rambut lurus yang disisir rapi ke belakang. Tubuhnya kurus kering, dengan tinggi badan lumayan. Dia lebih tinggi dari Bang Asman. Lama dia menatap wajahku. Entah mengapa, aku menangkap rasa iba di sana. Sedikit heran sebenarnya, mengapa dia kasihan melihatku? Apakah wajahku tampak begitu memprihatinkan?
Capítulos em Alta