Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

Menantu Tegas, Ipar Panas, Mertua Lemas

Dan lagi-lagi, sebutan pelit mereka sematkan untukku! Bagaimana bisa? "Kenapa jadi merembet kemana-mana, sih?" tanya Kak Nuri pongah. "Tentu jadi merembet kemana-mana, aku tidak terima kalian katakan sebagai orang yang pelit. Sudah cukup upayaku untuk membantu kalian, tapi tidak pernah kalian hargai," kataku tegas. Kak nuri terlihat memalingkan wajahnya, namun bibirnya terlihat mencebik sinis. Dia pasti tidak terima dengan apa yang baru saja aku katakan.
1047.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

“I—ya, ambil saja, Wak,” jawabku. Malas berurusan sama orang model begitu pasti akan panjang. Orang-orang yang bantu-bantu di rumahku sampai geleng-geleng kepala mendengar permintaan Wak Ipon. “Orang pelit itu rezekinya sempit. Sudah dikasihkan kok, diambil lagi,” sindir salah satu dari mereka. “Iya, benar itu. Enggak malu banget!” sahut yang lain.
10146.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Zombieing

Zombieing

"Kagak lah bego. Sayang banget uang gue buat nyenengin kalian" "Yee kampret lo" "Begitu tuh sultan, pelitnya ngga ketulungan" Naira hanya cekikikan melihat Bimo yang menatap tajam ke arah teman-temannya. Ya memang pria ini terkenal dengan sifat pelitnya. Tapi itu tidak berlaku jika kalian sudah sangat dekat dengannya. Sebenarnya Bimo adalah orang yang sangat dermawan. Tapi karena dia yang pernah ditipu dan diporotin oleh teman sendiri, dia jadi berubah menjadi manusia yang pelit.
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Istriku Berubah Pelit

Istriku Berubah Pelit

Lebih baik aku mengalah daripada terus-terusan berdebat dengan wanita yang tidak pernah mau disalahkan. "Kalau untuk hal bermanfaat pasti aku dukung. Tapi ini, kurasa kami belum perlu membeli mobil, masih ada motor yang layak pakai," tukasku pelan. Sengaja kurendahkan suara ini sebagai tanda bahwa aku ingin segera mengakhiri perdebatan ini. "Alah, dasar pelit!" sambungnya lagi. Wanita itu selalu menyebutku pelit. Begitu pun yang dikatakannya pada orang lain.
18.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 432 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Sultan Dianggap Upik Abu

Sultan Dianggap Upik Abu

tanya Melinda bingung. "Yusuf itu pelit. Kamu jangan seperti dia yang pelit itu ya, orang pelit kuburannya sempit," jawab pakde Anton. Bersambung...
9.25.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Kukira Istri Keempat Ternyata aku Istri Pertama Suamiku

Kukira Istri Keempat Ternyata aku Istri Pertama Suamiku

Ting Bunyi pesan di ponselku seketika memotong pertanyaan yang hendak diutarakan kak Abi. Akupun sontak mengabaikannnya dan perhatianku lekas teralihkan pada pesan dilayar yang sudah bertuliskan nama 'si pelit'. Ya ... nomer mas Azkalah yang kusimpan dengan nama 'sipelit' karena sejak masa sekolah dia memang sudah kujuluki sipelit gara-gara sangat sulit untuk diajak berinteraksi atau sekedar bicara apalagi tersenyum. Terlebih, kemarin ketiga istrinya juga sempat memberi keterangan yang sama walau aku sendiri belum pernah merasakan jika mas Azka adalah orang yang pelit soal hartanya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Dosa Dibalik Cadar

Dosa Dibalik Cadar

“Memangnya siapa saya? Sehingga dengan gampangnya mengusir Salwa dari sini. Mungkin bila memang ada yang harus pergi di antara kita. Maka kitalah yang lebih pantas. Karena sesungguhnya kita hanyalah pendatang di kampung ini. “Kamu ini gampang sekali terprovokasi orang lain, dan kamu juga sering cemburu yang berlebihan. Nggak baik itu Pit. Ngga ba-” “Kamu pikir Salwaitu baik Abi? Salwa bahkan lebih buruk dariku,” selak Pipit cepat. “Aku ingatkan kamu Bi, Salwa hanyalah seorang wanita rendahan yang mempunyai anak tak jelas siapa lakil-akinya.” Pipit tertawa sumbang. “Dia hanya seorang pelac*r yang mungkin sudah ditiduri oleh ribuan laki-laki. “PELAC*R!!” ulang Pipit menekankan kalimat itu dan
3.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Istriku Pemalas

Istriku Pemalas

"Maksud arti kaya menurut ibu itu, bukan yang hanya uangnya banyak, rumahnya mewah, mobilnya berderet tapi Kaya hati, kaya materi, cukup berbagi dan rendah hati. Ingat sekaya kayaknya orang, kalau sombong suka pamer tidak suka berbagi itu nasibnya kaya Raja Firaun sama si Qorun. Tahu kisah mereka ini bagaimana?" "Nggak, mereka itu siapa, Ma?" "Mereka itu orang yang pelit, kikir dan tidak mau berbagi, suka berbuat dzalim dan juga tidak mempunyai hati sehingga Tuhan memberikan azab yang pedih dengan membinasakan keduanya." "Oh begitu ya? Kasih tahu juga ya temennya Mama itu, biar jangan pelit lagi." "Mana temennya Mama, yang mana?" tanya Mimi bingung.
1014.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 414 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Si Pembuat Masalah Kini Membasmi Iblis

Si Pembuat Masalah Kini Membasmi Iblis

ujar Nabil. "Uang lagi" desah Azazel. Dia tidak menyangka jika bocah di depannya itu sangat terobsesi dengan lembaran-embaran kertas itu. Maaf saja ya, tapi aku bukanlah orang munafik yang mengatakan tidak perlu uang untuk hidup. Bahkan kau dapat membeli cinta di mini market seharga 298 yen." jelas Nabil. Sedangkan Sirzechs dan Azazel hanya bisa melongo mendengar pernyataan Nabil barusan. Dia sendiri tidak tahu kalau sekarang mini market menjual cinta dengan harga semurah itu.
561 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
KETIKA SI MISKIN YANG DIHINA MENJADI JUTAWAN

KETIKA SI MISKIN YANG DIHINA MENJADI JUTAWAN

"Apa harus selalu dengan fakir miskin orang bersedekah? Sama tetangga kan juga sedekah namanya, Ri, jangan pelit jadi orang, orang pelit itu kuburannya sempit tau. " "Eh Mbak Ida, orang sedekah juga gak begitu kali, yang namanya sedekah itu ngasih cuma-cuma, lha ini masalahnya Mbak Riri itu belanja sama sampean, kenapa sampean naikin harganya gak wajar begitu! " sentak Mbok Jum. "Eh Nenek peot nimbrung aja sih dari tadi, kalau gak mau beli sana pergi, aku gak mau layani orang mulut comberan kayak kamu! "
1025.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 961 kali sebagai azab orang pelit
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status