Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia
ujarnya pelan namun penuh rasa ingin tahu, “kalau karakter yang kita tulis tiba-tiba terasa lebih pintar daripada kita sendiri… itu tandanya apa? Kita berhasil, atau malah harus takut?”
Beberapa peserta workshop menahan tawa. Bumi, yang duduk di sebelah Sita, melirik Hani sambil tersenyum geli.
Sita menyandarkan punggungnya santai ke kursi kayu, menatap sekilas ke arah Bumi seolah mencari bahan tambahan, lalu kembali menatap para peserta. “Menulis karakter yang lebih pintar dari penulisnya itu wajar—bahkan bagus. Kalau memang niatnya membuat tokoh yang pintar, dan tokohmu jauh lebih brilian dari kamu, berarti kamu berhasil.” Ia berhenti sejenak, menaikkan satu alis. “Tapi… kalau kamu ingin m
ตอนยอดนิยม