Istri Pengganti Sang Miliarder
Aku menarik napas dalam-dalam, berusaha mengendalikan ketegangan di dada.
“Baik, Bu Areta, kita mulai, ya?” katanya sambil menyapukan alat USG. Layar monitor di samping tempat tidur mulai menampilkan gambar abu-abu yang bergerak.
Dokter Aida mengarahkan alat USG di perutku, mengusapnya perlahan dengan gel, lalu dengan cekatan menggerakkan alat itu ke beberapa titik. Tiba-tiba, di layar muncul bayangan kecil yang tak beraturan, nyaris membuat dadaku bergetar. Tak terasa, air mata menetes di pipiku, dan aku menoleh ke arah Arlan yang juga tampak tertegun.