Istri Dokter Somvlak
Bagus hendak berdiri, tapi lengannya aku pegang.
"Lho, kamu kenapa lagi, Leha?" Bagus langsung beralih menghadap ke arahku, dan memegang bahuku. Ekspresinya sekarang jauh lebih khawatir daripada tadi.
"Sakit, Gus." Aku merintih, semakin meremas perutku, ini benar-benar sakit. Lebih sakit dari nyeri datang bulan. Ditambah lagi, aku merasakan seperti ada yang mengalir di selangkanganku. Memberanikan melihat ke bawah, tanganku langsung mengusap bagian celanaku yang terasa basah, pas aku dekatkan ke hidung baunya anyir. Ini darah.
Hot Chapters