Surat Dari Venus
ujarnya.
Ran terlihat murung. “Untuk membeli beras saja sudah kesulitan, bagaimana mungkin aku membeli novel yang harganya ratusan ribu? Tetapi, Tuhan memberiku buku dengan gratis. Aku biasanya membaca di perpustakaan yang terletak di dekat gereja, selesai ibadah bersama ibu. Kadang sepulang dari mengamen, aku akan mampir sebentar dan meminjam buku untuk dibaca di rumah. Ada banyak buku yang aku sukai, aku bisa merekomendasikan ke abang jika mau, atau aku bisa mengantarmu kesana,” jelas Ran.
Raka lega, karena Ran memiliki kegemaran yang bisa membuat gadis itu tersenyum di tengah kepedihannya itu. Gadis yang begitu ceria, pikirnya.
Hot Chapters