Tragedi Rumah 30 Juta Rupiah
"Tugas Bapak sudah selesai, terima kasih. Jangan lupa malam Jumat nanti datang lagi."
"Ba-baik, Nyonya." Ia menjawab dengan terbata. Sebagai pelukis kawakan di kota Bandung, aku merasa karisma dia hilang di hadapan sang empunya rumah.
Pak Cahya pergi. Sementara Megan terlihat ketakutan kala eyangnya menatap sorot mata cokelat itu dengan dingin. Lantas, wanita itu berkata, "Sayang, kamu hanya menikah secara simbol. Bukan punya suami betulan. Kamu tetap punya banyak teman, Sayang."