Istri Cantik Pilihan Mamaku
“Belum, sejak tadi kita repot. Nanti saja, lagipula ini masih malam.”
“Lusa sudah ramadhan, Kak. Jadi kalau anak kita lahir sekarang, kita bisa mengingat momen ini setiap memasuki bulan Ramadhan.” Alea menitikan air matanya. Haru, cemas, dan bahagia bercampur jadi satu.
“Iya, Sayang!”
Ardhan mencium pipi Alea dan menghapus air matanya. Jantungnya juga berdetak tidak tentu sejak tadi. Tangannya dingin bisa dirasakan Alea.