DILEMA DUA HATI
Gadis itu menggeleng, ia hanya menunjuk ke arah luar, bermaksud menunjukkan seseorang di luar masjid yang membelanjakan makanan untuknya.
“Lain kali jangan menerima pemberian orang sembarangan ya, Sayang. Jangan gampang juga dekat dengan lelaki yang tidak dikenal. Ibu takut terjadi sesuatu denganmu.” Gu mengunci pintu kamar. Ia masih takut-takut untuk menerima sembarang tamu di negeri yang teramat asing untuknya. Bahkan keluar dari gang ini saja, bahasanya sudah berbeda. Bahasa persatuan yang digunakan di sana ialah bahasa Arab, jika tidak bisa masih dimaklumi menggunakan bahasa kedua yaitu bahasa Inggris, beruntung Gu lancar salah satunya.
Hot Chapters