CINTA YANG SALAH ANAK ANGKAT DAN SUAMIKU
“Aku rindu kamu, Mel. Aku begitu merinduimu beberapa tahun belakangan ini. Kamu ada tapi aku tak mampu merengkuhmu secara utuh. Di malam-malam yang sepi, saat aku ingin memelukmu, aku hanya bisa memeluk guling. Saat namamu kupanggil dalam igau malamku, hanya bayangmu yang menari-nari dalam benakku. Aku rindu kamu hadir menyiapkan sarapan, teh hangat, pakaian kerjaku di pagi hari, kopi di malam hari, dan teman ngobrol yang mampu memberiku kehangatan. Di saat aku sakit pada malam-malam yang dingin, butuh wanita yang bisa memijat dan mengerokiku, hanya ada dinding kamar yang dingin diam membeku. Aku rindu kamu Mel. Aku rindu kamu yang dulu, anggun, keibuan, berwajah tenang dengan bibir ranum me
Hot Chapters