PERGI UNTUK KEMBALI
Yang membuat air mataku akhirnya menitik saat Radit dengan kuat mencium keningku seraya mengucapkan basmalah.
“Bismillah, Insya Allah akhir tahun nanti kita rencanakan berangkat, ya, Sayang.” Radit bertekad. “Kita umroh saja dulu nggak apa-apa, kan, Ra.”
“Aku menurut saja, Radit,” ujarku sambil tertawa. “Yang bayar, kan, kamu.”
Bab Populer