Pergilah, Pak! (Kuusir bapakku pergi)
Kata salam perpisahan, juga jangan sampai Zaki mencemaskan dirinya.
[Zaki, anak solehnya bapak. Bapak pergi dulu ya, Nak?! Jangan khawatir dengan bapak, bapak akan baik-baik saja. Sekolah yang bener, tinggal sebentar lagi. Setelah lulus, nanti bapak akan menghubungi Zaki lagi. Jangan tanya bapak tinggal di mana, yang penting bapak aman sampai nanti Zaki datang menemui bapak. Sehat-sehat ya, Nak? Jangan banyak pikiran. Bapak pergi. Bapak sangat sayang sama Zaki. Nurut sama tetehmu, dia yang membiayai sekolahmu sekarang.]
Tes! Air mata Yahya jatuh ke kertas yang tengah ditulisnya. Tak ingin membuang waktu lama, dia pun bergegas keluar dari kamar Zaki, setelah menyimpan buku itu di atas tempat
Hot Chapters